Kamis, 07 Januari 2016




tugas mengkomunikasikan produk

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MITRA INDONESIA

fakultas ekonomi yang sudah fokus lama dibidnangnya yang telah mencetak mahasiswa mahasiswa  S2 berkualitas yang telah terbukti menjadi pemimpin dibeberapa kabupaten di di indonesai . kini telah membuka kelas S1 manajemen yang sangatlah cocok dengan keadaan saat ini yaitu banyaknya pengangguran . dengan tujuan mendidik menjadi mahasiswa yang mampu menciptakan pekerjaan dan bahkan untuk orang lain .


spanduk ukuran 1.5 x 2


brosur belakang



brosur depan



Kamis, 22 Oktober 2015


AL-HAJJ : 30
ذَلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ عِندَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الأَنْعَامُ إِلاَّ مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ (30)  
Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. dan telah Dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (AL-HAJJ :30 )
Dalam kitab tafsir mawardi di jelaskan makna “jauhilah perkataan – perkataan dusta (وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ)” dalam ayat ini ada 4 yaitu :
1.      Syirik
2.      Berbohong
3.      Kesaksian bohong
4.      Perbuatan orang orang musyrik
Ditambahkan oleh sang pengarang kitab dengan ditafsirkan dengan kemunafikan yang maksudnya dalam dhahirnya dia menyatakan islam namun dalam tidak didalam hatinya
Dalam kitab basith juga diterangkan perkataan dusta ini seperti berkata bohong  “ ini halal dan ini haram “

Dalam tafsir thobary terdapat sebuah hadits :
حدثنا يحيى بن حبيب بن عربي قال، حدثنا خالد بن الحارث قال، حدثنا شعبة قال، أخبرنا عبيد الله بن أبي بكر، عن أنس، عن النبي صلى الله عليه وسلم في الكبائر قال:"الشرك بالله، وعقوق الوالدين، وقتلُ النفس، وقول الزور

Yang kurang lebih makna hadistnya adalah :
“Diantara dosa besar adalah : syirik kepada allah, durhaka kepada orang tua, membunuh manusia, perkataan dusta”
Dijelaskan juga diantara perkataan dusta (قول الزور )adalah :
a.      Bersaksi palsu = menuduh zina , sumpah palsu
b.      Sihir = membunuh orang yang haram dibunuh
c.      Berzina dengan tetangga

Dalam tafsir misbah juga di jelas kan Firman-Nya: fajtanibur rijsa minal autsaani wajtanibuu qaulaz zuur (“Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan perkataan dusta,”) huruf min di dalam ayat ini adalah untuk menjelaskan jenis. Artinya, jauhilah oleh kalian hal-hal yang najis yang di antara jenisnya adalah berhala-berhala. Dia mengiringi penyebutan syirik kepada Allah dengan perkataan-perkataan dusta, dan di antaranya pula adalah sumpah palsu.

Dalam ash-Shahihain dinyatakan: Dari Abi Bakrah, bahwa Rasulullah bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Kami menjawab: “Tentu, ya Rasulallah.” Beliau bersabda: “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua,” [pada waktu itu beliau duduk dengan bersandar, lalu beliau duduk dengan tegak, lalu meneruskan sabdanya]: “Hati-hatilah (terhadap) perkataan dusta dan sumpah palsu.” Beliau terus-menerus mengulang-ulangnya hingga kami berkata: “Semoga beliau diam.”
Pada tafsir jalalain diterangkan 30.◄(Demikianlah) menjadi Khabar dari Mubtada yang keberadaannya diperkirakan sebelumnya, yakni perintah Allah itu sebagaimana yang telah disebutkan (dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah) yaitu hal-hal yang tidak boleh dirusak (maka itu adalah) mengagungkannya (lebih baik baginya di sisi Rabbnya) di akhirat kelak. (Dan telah dihalalkan bagi kamu sekalian binatang ternak) untuk memakannya sesudah disembelih terlebih dahulu (kecuali yang diterangkan kepada kalian) keharamannya di dalam firman yang lainnya yaitu, "Diharamkan bagi kalian memakan bangkai..." (Q.S. Al-Maidah, 3). Dengan demikian berarti Istitsna di sini bersifat Munqathi'. Dan dapat pula dikatakan Muttashil, sedangkan barang yang diharamkan adalah ditujukan kepada hewan yang mati dengan sendirinya dan oleh penyebab-penyebab lainnya (maka jauhilah oleh kalian berhala-berhala yang najis itu) huruf Min di sini menunjukkan arti Bayan atau keterangan, maksudnya barang yang najis itu adalah berhala-berhala (dan jauhilah perkataan-perkataan dusta) perkataan yang mengandung kemusyrikan terhadap Allah di dalam bacaan Talbiyah kalian, atau yang dimaksud adalah kesaksian palsu.►



Dari beberapa tafsir diatas dapat disimpulkan bahwa yang dapat diambil adalah dilarang berkata dusta atau bisa diartikan dilarang beerkata bohong, dan berkata dusta ini termasuk dosa besar juga kalau dari hadist diatas.
Oleh karena dalam mengkomunikasikan bisnis kita juga harus menghindari perkataan dusta dalam segala aspek komunikasi tentunya
Sebagai contoh :
Dalam pembuatan iklan kita harus menghindari memberikan informasi yang bohong tentang produk yang ditawarkan . sebagai contoh seorang artis / actor berkata “saya sudah buktikan sendiri , produk A halal” maka jika  orang tersebut belum benar- benar membuktikan kehalalan produk maka dia berdusta. Maka hal seperti ini tidak diperbolehkan .

Yang jelas dalam mengkomunikasikan produk yang kita tawarkan tidak boleh ada yang namanya kebohongan . dan harus memang benar benar ada dalam produk yang kita tawarkan. Maka sebagai marketing harus benar – benar mengetahui produk apa dan bagaimana produk yang ditawarkan. Jika seorang marketing tidak mengetahui produk apa yang dia tawarkan dan dia memberikan persepsinya kepada konsumen tanpa dasar yang jelas maka dia juga termasuk berbohong. Hal ini diqiaskan dengan bersaksi palsu seperti halnya menuduh zina. Jika memang kita sebagai seorang marketer tidak bisa menjawab pertanyaan konsumen tetapi kita tidak bisa menjawab karena ketidak tahuan kita terhadap produk yang kita tawarkan , maka sebaiknya kita jangan memberikan jawaban yang bohong .
Dalam komunikasi bisnis juga ada beberapa syarat diantaranya adalah jelas. Dari ayat diatas saya ambil kesimpulan bahwa kejelasan tidak hanya jelas namun haruslah tidak ada kebohongan dalam suatu iklan yang diberikan pada konsumen . karena ketika ada kebohongan makan tidak akan terjadi pembelian secara konsisten.
Dewasa ini memang iklan yang ada sudah kebanyakan dari mereka sudah paham akan hal ini . karena  mereka sadar efek yang akan mereka terima,
Namun yang masih banyak terjadi khususnya pada produk produk kecantikan , banyak yang menawarkan pemutih wajah dan lain lain yang khususnya penjualannya secara online , tetapi mereka bilang tanpa efek samping padahal yang dijual itu mempunyai efek samping. hal ini tidaklah dibenarkan dalam islam. Karena terjadi kebohongan dalam penyampaian produk pada konsumen.


Kamis, 08 Oktober 2015

analisis harga dolar terhadap rupiah

beberapa penyebab naik turunya nilai tukar dolar terhadap rupiah dipengaruhi oleh banyak hal, diantarannya adalah kebijakan pemerintah . namun yang terjadi saat ini penurunan dolar terhadap rupiah bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah , namun lebih besar dipengaruhi oleh kebijakan external negara indonesia. 
pada waktu bulan kemaren kenaikan harga dolar bukan disebabkan oleh kebijakan pemerintah indonesia namun dikarenakan oleh kebijakan bank sentral as yaitu the feds yang membuat kebijakan akan menaikkan nilai suku bunga di bank tersebut yang berakibat para pemilik modal akan membawa uangnya ke bank karena akan mendapat bunga yang lebih besar. dan berakibat cadangan devisa disetiap negara akan menurun. sehingga secara hukum ekonomi ketika barang yang dibutuhkan lebih sedikit maka harganya akan naik.
setelah beberapa bulan berlalu ternyata diamerika terjadi krisis karena perusahaan tidak mampu bersaing dengan produk dari luar AS dan akhirnya terjadi banyak pengurangan karyawan , sebagai contoh adalah pemecatan karyawan kurang lebih 2000 karyawan oleh perusahaan mobil di AS, sahingga para karyawan ini melakukan demo besar besaran.
dengan krisis yang terjadi ini akhirnya the fads memutuskan tidak jadi menaikkan suku bunga yang ada, dan pada akhirnya sekarang nilai tukar dolar terhadap rupiah mulai turun dan membuktikan bahwa para investor yang menggunakan mata uang dolar khususnya mulai menanamkan kembali dananya ke indonesia.
begitulah sedikit analisis saya, apabila ada kekurangan dan kesalahan silahkan di benarkan :)


Kamis, 04 September 2014

keterbatasan q

dalam sepi q merenung
betapa rendahnya diri q
betapa congkaknya sikap q
tak mampu lagi q terus mengeluh
tak mampu lagi ku hitung kesalahan
dalam sunyi q berpikir
sampai manakah kemampuan q
sampai manakah fikiran q
mata terasa buta
telinga terasa tuli
dalam sedih q berharap
yaaaa allah
tuhan semesta alam
tuhan penguasa q
tuhan sang pemilik segala sifat kesempurnaan
dalam hati q sedih
apa yang harus ku lakukan
mana yang harus q jalani
semua terasa buntu
semua terasa hilang
dalam fikiran q berfikir
apa sebenarnya kelebihan q
apa sebenarnya kekurangan q
mana sebenarnya jalan q
sampai kapan aku begini
sungguh sulit q jalani hidup ini
dengan segala ketidak mampuan q
apa yang q bisa
tak sanggup q menahan tetesan luh q
yaaaaaaaaaaaa ALLAH
hanya kepada MU q meminta
hanya kepada Mu q berharap
hanya untuk MU tetesan air mata q
sungguh q rindu hadir Mu
hati q gersang
otak q bodoh
jiwa q meronta
yaaa ALLAH
berikan pada q sedikit kebesaran MU
siramilah hati q dengan rahmat MU
jernihkan otak q
buka lah jiwa q akan segala kebesaran MU
tunjukkan jalan q
berikan ridho MU dalam tiap jalan ini
habis sudah akal fikir q
semua q serahkan pada MU ya allah

Kamis, 27 Maret 2014

Kunci Kesuksesan Wirausaha Menurut Murphy dan Peek


A.    Kunci Kesuksesan Wirausaha Menurut Murphy dan Peek

a. Kerja keras

Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha.Setiap pengusaha yang ukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.

b. Kerjasama dengan orang lain

Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

c. Penampilan yang baik

Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

d. Yakin

Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran

e. Pandai membuat keputusan

Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

f. Mau menambah Ilmu pengetahuan

Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha

g. Ambisi untuk maju

Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik

h. Pandai berkomunikasi

Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan

 

B.      Kunci Sukses Bisnis Menurut Rasulallah SAW

1.                  Jujur di dalam Bisnisnya

 Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.

2.                  Berprinsip pada nilai Illahi

Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).

3.                  Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab

 Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.

4.                  Bertanggung Jawab

Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.

5.                  Keadilan dan Keseimbangan

Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)

6.                  Tidak hanya mengejar keuntungan

dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.

7.                  Berniat baik di Bisnisnya

berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.

8.                  Berani mewujudkan Mimpi

 RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.

9.                  Branding/Menjaga nama baik

RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah…

 

Cara Merintis Bisnis :

1.      Fokus dan Konsentrasi

      RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya

2.      Mempunyai Goal dan rencana yang jelas

3.      Merintis Bisnis Dari NOL

      kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.

4.      Tidak Mudah Putus Asa

      beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)

5.      Berusaha Menjadi Trend Center

6.      Inovatif

      Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.

7.      Memahami kondisi dan analisa Pasar

8.      Kemampuan merespon strategi Pesaingnya

      Belajar menguasai pasar Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar.Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar.Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua.

      Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu.Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar.

      Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar.Hingga menguasai Pasar yang ada.

·  Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif

· Bisa menghilangkan Mental Blocking

      Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).

·  Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya

Cara Menjalankan Bisnisnya :

1.      Bekerja Sama

 (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”

2.      Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner

3.      Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution

(Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)

4.      Bekerja dengan Prioritas

5.      Tidak melakukan Monopoli

6.      Selalu berusaha dan Tawakal

7.      Tepat Waktu

8.      Berani ambil Resiko

9.      Tidak menimbun barang dagangan

 (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnisdan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).

10.  Profesional di Bisnis yang Di kelolannya

11.  Selalu Bersyukur di Segala Kondisi

12.  Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal

13.  Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis

14.  Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).

15.  Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)

16.  Rajin Bersedekah

Cara memasarkan Produk :

1.      Memasarkan Produk yang Halal dan Suci

2.      Tidak melakukan Sumpah Palsu,

3.      Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik

4.      Melakukan timbangan dengan benar

5.      Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)

6.      Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.

7.      Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)

8.      Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)

9.      Networking (Jejaring) di wilayah lain

10.  Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)

11.  Tidak mengambil Untung yang berlebihan

12.  Mengutamakan penawar pertama

13.  Menawar dengan harga yang di inginkan

14.  Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)

15.  Menjaga Kepercayaan pelanggan

16.  Mewujudkan Win-Win Solution

17.  Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas

18.  Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan

19.  Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)

Cara berhubungan dengan Karyawan :

 


1.      Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak membeda-bedakan karyawan, semua sama.

2.      Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan   seperti Tuan dan Budak.

3.      Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya

4.      Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering

5.      Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya

6.      Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya

7.      Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok

 

KESIMPULAN

Jadi pada setiap usaha / bisnis, Kemauan untuk mencapai kesuksesan perlu tekad yang kuat  dengan sifat Profesionalisme yang diterapkan Murphy and Peek dan Rasulullah SAW, tapi dalam dua konsep ini terdapat perbedaan yang mendasar pada prinsipnya dalam Murphy and Peek hanya mengedepankan pada tujuan untuk mencapai Kepuasan dan Financial, Sedangkan Menurut Rasulullah SAW, Prinsip yang diterapkan bukan sekedar Kepuasan dan Uang tetapi untuk mendapatkan yang lebih utama dari semuanya yaitu Ridho dari Allah dengan diniatkan beribadah kepadaNYA.