Kamis, 04 September 2014

keterbatasan q

dalam sepi q merenung
betapa rendahnya diri q
betapa congkaknya sikap q
tak mampu lagi q terus mengeluh
tak mampu lagi ku hitung kesalahan
dalam sunyi q berpikir
sampai manakah kemampuan q
sampai manakah fikiran q
mata terasa buta
telinga terasa tuli
dalam sedih q berharap
yaaaa allah
tuhan semesta alam
tuhan penguasa q
tuhan sang pemilik segala sifat kesempurnaan
dalam hati q sedih
apa yang harus ku lakukan
mana yang harus q jalani
semua terasa buntu
semua terasa hilang
dalam fikiran q berfikir
apa sebenarnya kelebihan q
apa sebenarnya kekurangan q
mana sebenarnya jalan q
sampai kapan aku begini
sungguh sulit q jalani hidup ini
dengan segala ketidak mampuan q
apa yang q bisa
tak sanggup q menahan tetesan luh q
yaaaaaaaaaaaa ALLAH
hanya kepada MU q meminta
hanya kepada Mu q berharap
hanya untuk MU tetesan air mata q
sungguh q rindu hadir Mu
hati q gersang
otak q bodoh
jiwa q meronta
yaaa ALLAH
berikan pada q sedikit kebesaran MU
siramilah hati q dengan rahmat MU
jernihkan otak q
buka lah jiwa q akan segala kebesaran MU
tunjukkan jalan q
berikan ridho MU dalam tiap jalan ini
habis sudah akal fikir q
semua q serahkan pada MU ya allah

Kamis, 27 Maret 2014

Kunci Kesuksesan Wirausaha Menurut Murphy dan Peek


A.    Kunci Kesuksesan Wirausaha Menurut Murphy dan Peek

a. Kerja keras

Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha.Setiap pengusaha yang ukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.

b. Kerjasama dengan orang lain

Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

c. Penampilan yang baik

Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

d. Yakin

Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran

e. Pandai membuat keputusan

Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

f. Mau menambah Ilmu pengetahuan

Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha

g. Ambisi untuk maju

Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik

h. Pandai berkomunikasi

Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan

 

B.      Kunci Sukses Bisnis Menurut Rasulallah SAW

1.                  Jujur di dalam Bisnisnya

 Kejuran adalah syarat fundamental dalam berbisnis yang di lakukkan oleh RasullAllah Muhammad SAW. Beliau pernah melarang para pedagang untuk meletakkan barang Busuk/jelek di dalam dagangannya. dan beliau selalu memberikan barang sesuai dengan seadannya dan terbaik bagi Konsumennya.

2.                  Berprinsip pada nilai Illahi

Bisnis yang di lakukkan tidak terlepas dari pengawasan Tuhan. Dan menyadarkan manusia sebagai makluk Illahiyah (berTuhan).

3.                  Prinsip kebebasan Individu yang bertanggung Jawab

 Bukan bisnis hasil dari Paksaan atau Riba. Yang menjerat kebebasan Individu.

4.                  Bertanggung Jawab

Bertanggung Jawab moral kepada Tuhan atas perilaku Bisnisnya maupun Orang lain/Partner Bisnisnya maupun Konsumennya.

5.                  Keadilan dan Keseimbangan

Keadilan dan keseimbangan sosial, bukan hanya keuntungan semata tetapi Kemitraan/bantu membantu di dalam bisnisnya (Win-Win-Solution)

6.                  Tidak hanya mengejar keuntungan

dan berorientasi untuk menolong orang lain, Atau WIN Win Solution.

7.                  Berniat baik di Bisnisnya

berniat baik adalah Aset Paling berharga oleh pelaku Bisnis selain untuk menjadi terbaik tapi bermanfaat bagi orang lain.

8.                  Berani mewujudkan Mimpi

 RasullAllah dari seorang penggembala Kambing, berniat untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi, menjadi pedagang, lalu Manager hingga beliau mewujudkan cita-citanya menjadi Owner (Pemilik perusahaan) dengan menikahi Siti Khadijah. Beliau adalah Enterprenur Cerdas.

9.                  Branding/Menjaga nama baik

RasullAllah selalu menggunakan cara ini sebagai Modal Utama, Track Record sebagai orang Terpercaya (Al Amin), Justru paling di cari dan siapapun ingin bekerja sama dengannya. Sifat inilah yang Sekarang Langka di Jaman ini,Tirulah…

 

Cara Merintis Bisnis :

1.      Fokus dan Konsentrasi

      RasulAllah selalu Fokus terhadap bisnis yang beliau tekuni, Tidak mengerjakan bisnis yang satu ke satunya lagi sebelum beliau menyelesaikannya

2.      Mempunyai Goal dan rencana yang jelas

3.      Merintis Bisnis Dari NOL

      kesuksesan beliau tidak datang dalam satu malam walaupun seorang RasullAllah, tetapi harus dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari seorang Karyawan/Salles hingga jadi Owner. Dan semua tanpa ada praktek KKN.

4.      Tidak Mudah Putus Asa

      beliau Berkata : Janganlah kamu berdua putus asa dari rizky selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merahtidak mempunyai baju, Kemudian Allah SWT memberikan rizky kepadanya (HR.Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)

5.      Berusaha Menjadi Trend Center

6.      Inovatif

      Semua barang yang di Jual Rasul selalu berbeda dari kompetitornya, dengan harga murah tetapi Hight Quality.

7.      Memahami kondisi dan analisa Pasar

8.      Kemampuan merespon strategi Pesaingnya

      Belajar menguasai pasar Dikisahkan Ketika beliau di Mekkah para pedagang dari kaum Quraisy yang ingin menjatuhkan Bisnisnya, dengan menjatuhkan Harga dengan tidak Wajar.Tetapi beliau menerapkan Hukum Suply&Demand, beliau menyiasati dan bersabar.Hingga semua dagangan para Kompetitornya habis semua.

      Rasul baru Menjual Dagangannya karena Rasul Percaya kalau jumlah Permintaan (Demand) jauh lebih tinggi dari jumlah Penawaran (Supply) di Kota itu.Tak lama kemudian Rakyat Kota tersebut membeli Barang Dagangan Rasul dengan Harga Normal, ketika rombongan Pedagang itu pulang Mekkah gempar.

      Semua pedagang Rugi akibat banting harga kecuali Nabi Muhammad SAW yang untung besar. Itulah kejelian melihat, menganalisis, dan memahami Pasar.Hingga menguasai Pasar yang ada.

·  Mampu Memanagement Organisasi secara Efektif

· Bisa menghilangkan Mental Blocking

      Atau juga yang di sebut dengan Ketakutan yang Berlebihan dalam menghadapi kegagalan usaha. Rasul selalu bisa mengalahkan diri sendiri dari hal-hal Negatif (mujahadah).

·  Mampu menarik dan meyakinkan pemilik Modal untuk ikut serta dalam bisnis yang dilaksanakannya

Cara Menjalankan Bisnisnya :

1.      Bekerja Sama

 (bersinergi), Beliau bersabda “Keberkahan sesungguhnya berada dalam Jamaah. Dan, tangan Allah sesungguhnya bersama Jamaah”

2.      Kerja Pintar, Kreatif dan Visioner

3.      Menerapkan kesepakatan Win-Win-Solution

(Saling menguntungkan, dan tidak ada yang dirugikan)

4.      Bekerja dengan Prioritas

5.      Tidak melakukan Monopoli

6.      Selalu berusaha dan Tawakal

7.      Tepat Waktu

8.      Berani ambil Resiko

9.      Tidak menimbun barang dagangan

 (ihtikar), Rasul melarang Keras pelaku Bisnisdan menyimpan barang pada massa tertentu, hanya untuk keuntungan semata. Rasul bersabda bahwa pedagang yang mau menjual barang dagangannya dengan spontan akan di beri kemudahan. Tapi penjual yang sering menimbun dagangannya akan mendapat kesusahan (Dalam HR Ibnu Majah dan Thusiy).

10.  Profesional di Bisnis yang Di kelolannya

11.  Selalu Bersyukur di Segala Kondisi

12.  Berusaha dengan Mandiri, Tekun dan Tawakal

13.  Menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliaan dalam proses interaksi bisnis

14.  Melakukan bisnis berdasarkan Cinta (Passion).

15.  Tidak MenZhalimi (Merugikan Orang lain)

16.  Rajin Bersedekah

Cara memasarkan Produk :

1.      Memasarkan Produk yang Halal dan Suci

2.      Tidak melakukan Sumpah Palsu,

3.      Tidak merpura-pura menawar dengan harga tinggi, Agar orang lain tertarik

4.      Melakukan timbangan dengan benar

5.      Tidak menjelekkan bisnis Orang lain, Beliau bersabda ” Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain” (HR. Muttafaq ‘alaih)

6.      Pintar beriklan/Promosi, Rasul hafal betul dimana ada Bazaar di suatu tempat tertentu. Sehingga makin banyak orang mengenal beliau dan barang dagangannya.

7.      Transparansi (keterbukaan), Beliau bersabda “Tidak dibenarkan seorang Muslimin menjual satu-satu jualannya yang mempunyai aib, sebelum dia menjelaskan aibnya” (HR. Al-Quzuwaini)

8.      Mengutamakan pelanggan (Customer Satisfaction)

9.      Networking (Jejaring) di wilayah lain

10.  Cakap dalam berkomunikasi dan bernegosiasi (tabligh)

11.  Tidak mengambil Untung yang berlebihan

12.  Mengutamakan penawar pertama

13.  Menawar dengan harga yang di inginkan

14.  Melakukan perniagaan sepagi mungkin, RasulAllah mendoakan orang-orang yang pagi-pagi dalam bekerja. “Ya Allah, berkahilah umatku dalam berpagi-paginya mereka” (HR.Shahr Al Ghamidi)

15.  Menjaga Kepercayaan pelanggan

16.  Mewujudkan Win-Win Solution

17.  Barang Niaga harus bermutu, Murah, Bermanfaat, Mutakhir dan Berkualitas

18.  Kemudahan dalam hal transaksi dan pelayanan

19.  Menentukan Harga dengan jelas ketika akad (Deal)

Cara berhubungan dengan Karyawan :

 


1.      Berbagi perhatian kepada karyawan, Tidak membeda-bedakan karyawan, semua sama.

2.      Bermitra Bisnis, Karyawan dan Majikan seperti hubungan kekeluargan yang kental. Bukan   seperti Tuan dan Budak.

3.      Memberi gaji yang Cukup kepada Karyawannya

4.      Memberi gaji tepat Waktu kepada Karyawannya, Sebelum keringat karyawan kering

5.      Tidak membebani Karyawan dengan tugas diluar kemampuannya

6.      Karyawan di Wajibkan kerja sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatannya

7.      Sering memberikan Bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok

 

KESIMPULAN

Jadi pada setiap usaha / bisnis, Kemauan untuk mencapai kesuksesan perlu tekad yang kuat  dengan sifat Profesionalisme yang diterapkan Murphy and Peek dan Rasulullah SAW, tapi dalam dua konsep ini terdapat perbedaan yang mendasar pada prinsipnya dalam Murphy and Peek hanya mengedepankan pada tujuan untuk mencapai Kepuasan dan Financial, Sedangkan Menurut Rasulullah SAW, Prinsip yang diterapkan bukan sekedar Kepuasan dan Uang tetapi untuk mendapatkan yang lebih utama dari semuanya yaitu Ridho dari Allah dengan diniatkan beribadah kepadaNYA.